PPEI Kerja Sama dengan UNKRIS Gelar Webinar Wirausaha Milenial

Dalam rangka menumbuhkan semangan kewirausahaan bagi mahasiswa, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) mengadakan webinar pada tanggal 7 September 2021 dengan tema Membangun Generasi Unggul Melalui Potensi Minat dan Bakat di Era Pandemi. Webinar ini diikuti oleh 590 peserta yang terdiri dari para mahasiswa Universitas Krisnadwipayana dari berbagai fakultas.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mengatakan Kementerian Perdagangan terus mendorong bertumbuhnya semangat wirausaha bagi para mahasiswa sehingga dapat menciptakan eksportir milenial baru. “Kampus merupakan sumber edukasi milenial ke masa depan. Di era globalisasi semuanya berhubungan dengan dunia luar. Mahasiswa diharapkan memiliki motivasi kuat untuk menjadi wirausaha ekspor dan memiliki wawasan mengenai persaingan di pasar global,” kata Kepala Balai.

Selain itu, Kepala PPEI juga menyampaikan mengenai berbagai program peningkatan kapasitas SDM ekspor yang selenggarakan oleh PPEI sebagai Kampus Ekspor seperti program pelatihan ekspor, export coaching program, kegiatan webinar, microlearning dan obrolan ekspor. Program tersebut untuk memberikan kemudahan pelaku usaha dan masyarakat umum termasuk mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan praktis tentang ekspor. Beberapa milenial ada yang mengikuti export coaching program PPEI, dan sudah ada yang telah berhasil melakukan ekspor.

Rektor Universitas Krisnadwipayana Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.Sip menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNKRIS menjadi wirausaha ekspor. Perlu mindset baru bahwa wirausaha lebih mulia daripada pekerjaan lainnya karena dapat menumbuhkan lapangan kerja. “Mulailah para mahasiswa UNKRIS untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dengan mengikuti webinar seperti ini,” kata Ayub.

Dalam sesinya, Ayub memberi saran kunci sukses wirausaha. Pertama adalah doing, yaitu lakukan sesegera usahamu. Kedua adalah kerjakan kegiatan yang kamu sukai, dan sukai apapun pekerjaanmu. Terakhir adalah bangun kejujuran, integritas, dan ketekunan dalam berwirausaha.

Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Dr. Susetya Herawati , S.T., M.Si mengatakan kegiatan ini untuk menciptakan wirausaha baru yang tangguh. Setiap individu terlahir dengan bakat dan keunikan masing-masing. Kapasitas berfikir akan memiliki harga jika sudah disentuh oleh ilmu dan teknologi sehingga menjadi produk barang dan jasa.

Selain itu, ia juga mengenalkan tentang Business Model Canvas (BMC) yakni sebuah manajemen strategi bisnis yang membantu untuk menggambarkan, mendesain dan mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi strategi bisnis yang utuh. Daya tarih BMC adalah pada kesederhanaannya, sehingga sangat tepat diterapkan untuk start up bisnis yang perlu perubahan cepat

Fasilitator PPEI M. Andriza Syarifudin menyampaikan tentang pengalamannya dari awal mula ekspor yang pernah mengalami kegagalan. Namun dibalik kegagalan tersebut ada pelajaran yang diambil sehingga perusahaannya dapat terus berkembang. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan memiliki daya saing di pasar ekspor.  Para milenial diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan media saat ini untuk belajar ekspor, promosi produk dan mencari partner bisnis. “Wirausahawan harus memiliki mental kuat sehingga tantangan apapun akan terasa lebih mudah dan tegar dalam menghadapinya” kata Andriza.