Ekspor Perdana, Pasar baru Ekspor dan Buyer baru Ekspor Peserta Export Coaching Program Wilayah Jawa Timur

Capaian membanggakan dari program pendampingan ekspor (Export Coaching Program) wilayah Jawa Timur, program kerja sama antara Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, terdapat 3 peserta yang mampu melakukan ekspor meskipun di masa pandemi dan tantangan kendala logistik terkait kelangkaan container.

Miracle Agro Spices, atas kegigihan dan hasil menerapkan hal-hal yang sudah diberikan dalam Export Coaching Program, berhasil melakukan ekspor perdana ke India pada tanggal 2 September 2021 untuk produk Damar Batu sebanyak 1 container 20 Ft ke Chennai, India dengan nilai transaksi sebesar USD 11,520 atau sekitar 164 juta Rupiah. Damar Batu ini merupakan bahan baku Dupa yang banyak digunakan oleh penduduk lndia. Teknik riset pasar dan strategi mencari buyer secara daring dari Export Coaching Program PPEI sangat aplikatif dan jitu sehingga dengan menerapkannya menjadikan CV. Miracle Agro Spices bisa menemukan buyer pertamanya sejak perusahaannya berdiri.

Tantangan di masa pandemi ini tidak menyurutkan semangat peserta Export Coaching Program untuk bisa ekspor mengharumkan nama bangsa. Selain dari CV. Miracle Agro Spices, pada bulan Agustus juga terdapat 2 kabar baik dari peserta Export Coaching Program Jawa Timur lainnya, yaitu PT. Umbra Prasia dan PT. Kriya Alam Indonesia

PT Umbra Prasia dengan produk gelas berhasil mengembangkan pasar ekspornya dengan menembus pasar baru. Pada tanggal 13 Agustus 2021, PT Umbra Prasia berhasil meluaskan pasar ekspornya hingga ke Angola dengan mengekspor produk Glass container/tableware sebanyak 1 container 40 HC ke Luanda, Angola. Keberhasilan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ekspor ke pasar non tradisional yaitu di Kawasan Afrika.

PT Kriya Alam Indonesia berhasil ekspor produk Interior dari Batu Alam sebanyak 5×40 HC ke Venlo, Belanda yaitu sebanyak 2 Container 40 Hc pada tanggal 11 Agustus dan 3 Container 40 Hc pada 14 Agustus. Kendala logistik yang berdampak pada keterbatasan container mengharuskan PT. Kriya Alam Indonesia untuk berani mengambil keputusan bersama buyer baru dalam waktu yang sesingkatnya. Tambahan biaya pengiriman menjadi salah satu bagian penting dari perencanaan ekspor di masa pandemi. Infomasi kapal yang tersedia perlu diantisipasi karena bisa datang kapan saja, mendadak, bahkan bisa juga tertunda.

Terima kasih kepada peserta Export Coaching Program pahlawan devisa yang berhasil ekspor melalui program pendampingan ekspor dan ikut menggaungkan nama Indonesia sampai ke tanah India, Afrika, dan Eropa. Semoga Export Coaching Program ini bisa menjadi bagian dari peningkatan ekspor nasional.

Export Coaching Program untuk wilayah Jawa Timur saat ini akan memasuki tahap keempat yaitu Pendampingan Produk dari 8 tahapan. Di masa PPKM peserta Export Coaching Program tetap mendapatkan pendampingan secara daring melalui webinar serta kegiatan business matching dari para perwakilan perdagangan RI di negara akreditasi. Peserta Export Coaching Program juga mendapatkan kesempatan untuk kurasi mengikuti pameran Internasional. PPEI bersama para coach dan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen untuk mendampingi peserta ECP guna berhasil menembus pasar ekspor. Diberikan pendampingan pentingnya riset pasar, mencari buyer, peningkatan standar produk ekspor, perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, pemenuhan persyaratan ekspor serta pengembangan divisi ekspor.

##Ekspor Bisa##