Sekjen Kemendag Pada Pendampingan Ekspor di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Pelatihan Ekspor di Bandung dan Semarang

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto memberikan sambutan pembukaan pada program pendampingan ekspor (export coaching program) wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang memasuki tahap ke-4 Pendampingan Market Development serta Pelatihan “Prosedur, Negosiasi dan Kontrak Dagang Ekspor” di Bandung dan Semarang tanggal 19-21 Juli 2022. Dalam pembukaan turut hadir Plt. Kepala Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan Fajarini Puntodewi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah M. Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, Manajer Bisnis Kecil BRI Kantor Cabang Setiabudi Bandung M. Farhan Fahrurahman, Manajer Bisnis Kecil BRI Cabang Kota Semarang Anton Widananto. Kegiatan ini diikuti oleh 120 pelaku usaha UKM di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sekjen Kemendag dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan hadir untuk UKM dengan program pendampingan ekspor secara intensif kepada pelaku usaha dan melalui program pelatihan ekspor.  Upaya peningkatan peran UKM dalam ekspor merupakan tugas besar yang harus dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya dapat mendorong peningkatan ekspor nasional. Dalam hal ini, Kementerian Perdagangan bekerjasama dan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga, BUMN, Pemerintah Daerah dan Stakeholder lainnya dalam melaksanakan berbagai program dan fasilitasi untuk UKM guna menjadi eksportir tangguh.

Disampaikan pula mengenai 3 (tiga) langkah utama Kementerian Perdagangan saat ini yaitu: 1) Menjaga pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan penguatan pasar dalam negeri. Berbagai kebijakan dan program telah dilakukan Kementerian Perdagangan agar harga barang kebutuhan pokok selalu tersedia dengan harga terjangkau oleh masyarakat. 2) Meningkatkan ekspor nonmigas dan terus membuka akses pasar prospektif. Hal ini dilakukan dengan percepatan penyelesaian perundingan perdagangan internasional, memanfaatkan secara optimal berbagai kemudahan dan fasilitas yang dapat digunakan dalam perjanjian yang telah disepakati dengan negara-negara mitra. Serta melaksanakan promosi ke seluruh dunia diantaranya dengan memanfaatkan jaringan Perwakilan Perdagangan di luar negeri. 3) Meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas. Kementerian Perdagangan akan terus membantu dan memfasilitasi UKM melalui berbagai program dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas daya saing serta akses UKM Indonesia.