PPEI Gelar FGD Konten Digital untuk Exportpreneur

Pengembangan program ekonomi digital merupakan salah satu bentuk pemulihan ekonomi nasional. Diproyeksikan, pada tahun 2030 sebanyak 35 juta UMKM terdigitalisasi, pasar e-commerce mencapai Rp 1.815 triliun, dan Kontribusi Ekonomi Internet mencapai Rp 2.711 triliun.

Untuk mendukung pengembangan program ekonomi digital tersebut, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan sebagai intitusi pemerintah dibidang pengembangan sumber daya manusia ekspor bertugas untuk menyediakan peningkatan capacity buiding digital ekspor. Untuk itu PPEI mengadakan Focused Group Discussion dengan tema Konten Digital untuk Exportpreneur.

“Kegiatan FGD ini bertujuan untuk memberikan informasi pemanfaatan konten digital untuk meraih peluang pasar bagi para pelaku usaha ekspor dan sebagai masukan bagi PPEI untuk mengembangkan kurikulum diklat pemasaran ekspor,” kata Kepala PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly pada sambutannya pada FGD (27/5/2022).

Kepala PPEI mengatakan, FGD ini juga sebagai sarana brainstorming dan sharing informasi antar narasumber dan peserta. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini berasal dari Facebook yang merupakan salah satu media bagi para pelaku usaha untuk berpromosi dan menjangkau pasar ekspor. Hadir pula narasumber dari Minaqu yang merupakan pelaku usaha sukses ekspor dengan memanfaatkan konten digital. Selain itu, FGD ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Tata Kelola Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika yang akan berbicara terkait kebijakan konten digital untuk mendukung pelaku usaha ekspor.

Lebih lanjut lagi Kepala Balai mengatakan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kemendag juga mempunyai aplikasi digital yang dapat dimanfatkan untuk pelaku usaha ekspor, yaitu InaExport. “Platform InaExport dikembangkan dengan tujuan untuk mempertemukan eksportir produk lndonesia dengan pembeli di luar negeri, yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara eksportir Indonesia dengan buyer di luar negeri,” kata Kepala PPEI.

Narasumber FGD Bapak Ade Wardhana Adinata menyarankan pelaku usaha untuk terus meningkatkan interaksi di social media. Interaksi media sosial adalah kunci untuk membangun bisnis di era digital Jika dilakukan dengan benar, ini dapat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas. Selain itu ia juga mengajak pelaku usaha supaya jangan pernah ragu untuk terus berkolaborasi baik itu ke sesame UKM, pihak swasta, optimasi digital, lembaga perbankan, institusi pendidikan, dan pemerintah.

“Konsistensi adalah kunci dalam pemasaran digital. Memposting secara konsisten akan membantu orang-orang tetap terlibat dan tertarik dengan apa yang disampaikan,” kata Ade.