PPEI Gelar Pelatihan Ekspor Produk Kopi dan Turunan Kelapa di Palu dan Training of Exporters ECP Sumatera Utara

Dalam rangka pengembangan ekspor produk unggulan di Sulawesi Tengah serta upaya  peningkatan kapasitas SDM ekspor, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan 2 pelatihan ekspor: “Pengembangan dan Pemasaran Ekspor Produk Kopi” dan  “ Diversifikasi Produk Kelapa untuk Pasar Ekspor” tanggal 11-13 Mei 2022 di Palu dan diikuti 60 pelaku usaha.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mengatakan para pelaku usaha UKM harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengetahuan ekspor dan kesiapan internal perusahaan. UKM di Sulawesi Tengah secara khusus yang bergerak di sektor produk kelapa dan kopi harus mempersiapkan kualitas produk, kapasitas produksi, konsistensi mutu dan kontinuitas dalam produksi. Diharapkan produk yang diekspor merupakan produk yang bernilai tambah dan dapat berdaya saing di pasar global. Melalui pelatihan ini diharapkan semakin banyak UKM di Sulawesi Tengah yang menjadi eksportir untuk produk kopi dan turunan kelapa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari Dinas untuk membantu dan memfasilitasi UKM agar dapat menembus pasar ekspor seperti melalui kegiatan pelatihan ekspor untuk produk kopi dan turunan kelapa. Diharapkan melalui pelatihan ini, produk kopi dan turunan kelapa dari Sulawesi Tengah semakin banyak yang diekspor ke pasar global dan mampu mendorong perekonomian baik di wilayah Sulawesi Tengah maupun nasional.

Pada tanggal yang sama juga dilakukan kegiatan Training of Exporter (TOX) yang merupakan tahap ketiga dari rangkaian Export Coaching Program (ECP) wilayah Sumatera Utara dan diikuti oleh 30 pelaku usaha. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara Fitra Kurnia didampingi perwakilan dari PPEI.  Pendampingan pada tahap ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yang terdiri dari pemberian materi tentang persiapan ekspor dari internal perusahaan, identifikasi pengiriman ekspor, pembayaran dan alat promosi serta kalkulasi harga ekspor.  Selain itu pada kegiatan ini terdapat diskusi secara kelompok dengan bimbingan coach, serta diskusi langsung dengan coach melalui individual coaching.