2 Peserta Export Coaching Program PPEI Melakukan Pelepasan Ekspor

Peserta pendampingan Export Coaching Program (ECP) PPEI kembali melakukan pelepasan ekspor. Di hari Jumat ini (8/10/2021) terdapat dua peserta ECP yang melakukan ekspor yang berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Peserta ECP Jawa Timur yakni CV Miracle Agro Spices berhasil mengekspor damar batu ke India. Pengiriman dilakukan dua kali di bulan Oktober dan November. Untuk pengiriman bulan Oktober senilai USD 56.760, sementara untuk bulan November sebesar USD 56.760. Sehingga total nilai transaksi ekspor Damar Batu ke India mencapai USD 113.520. ECP di Jawa Timur merupakan program kerja sama antara PPEI dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Hana Beladina, Direktur CV. Miracle Agro Spices mengatakan promosi yang dilakukan PPEI dan Ditjen PEN Kemendag membuat perusahaannya menjadi lebih dikenal di luar negeri. “ECP membuat kami jadi lebih siap dalam menghadapi perdagangan internasional,” kata Hana.

Sedangkan peserta ECP kedua yang melakukan ekspor dalam hari ini adalah CV Masagenah Group dari Samarinda, Kalimantan Timur. Perusahaan ini berhasil mengekspor lidi sawit dengan tujuan Pakistan dengan nilai transaksi sebesar USD 9.250. Pelaku usaha ini merupakan peserta ECP wilayah Kalimantan Timur program kerja sama antara PPEI dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timut.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo mengatakan ECP merupakan program pendampingan ekspor dari PPEI yang terdiri dari 8 (delapan) tahap dan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Hingga saat ini, program pendampingan ECP berada pada tahap 4 dan 5, bervariasi di berbagai wilayah ECP.

“Namun meskipun masih di tahap awal pelaksanaan, sudah banyak peserta ECP yang berhasil melakukan ekspor. Secara total dari 10 wilayah ECP sudah ada 18 pelaku usaha yang telah berhasil ekspor dengan total capaian mencapai USD 374.756 atau sekitar Rp 5,4 Milyar,” kata Kepala Balai.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengucapkan selamat kepada peserta ECP atas keberhasilan menembus pasar ekspor yaitu sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor non migas Indonesia. Kinerja ekspor Indonesia Januari-Agustus 2021 mencapai USD 142,01 Miliar dengan kinerja ekspor non migas sebesar USD 134,13 Miliar naik 37,03% YoY. Ekspor non migas pada Agustus 2021 bahkan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi dengan nilai mencapai USD 20,36 miliar, naik 63,43 persen dibanding ekspor nonmigas Agustus 2020.

Didi mengatakan Kementerian Perdagangan akan terus meningkatkan peran UMKM dalam kegiatan ekspor non migas dengan cara memberikan fasilitasi dan meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM Indonesia melalui berbagai program. Selain itu, Kemendag juga terus mendorong ekspor ke pasar non tradisional dan meningkatkan peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Saya berharap kegiatan pada hari ini dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada para pelaku usaha  dan UKM lain baik yang menjadi peserta Export Coaching Program maupun UKM lainnya bahwa kondisi saat ini peluang ekspor masih sangat terbuka dan dibutuhkan semangat dan optimisme untuk mencari peluang pasar ekspor sehingga berhasil menembus pasar ekspor,”kata Didi.