Peserta ECP Yogyakarta Ekspor Salak ke Kamboja

Kabar membanggakan capaian dari Export Coaching Program (ECP) wilayah Yogyakarta yang berhasil mengekspor buah salak sebanyak 1 kontainer. Mulyanta Pemilik PT. Serena Sejahtera berhasil mengekspor komoditi lokal Yogyakarta yakni salak pondoh sebanyak 6 ton dengan nilai USD 15.000 ke Kamboja. Dengan capaian ini, Mulyanta semakin meningkatkan kemampuan ekonomi 1.200 petani di wilayahnya.

Mulyanta mengatakan, selama mengikuti ECP pihaknya mendapat banyak hal dan semangat baru untuk melakukan ekspor. Ia berharap melalui program pendampingan ekspor ini akan mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi para petani.

“Kami berterima kasih untuk kegiatan yang sangat bermanfaat dan menolong petani di daerah Turi dan Sleman ini, kata Mulyanta.

Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor Impor Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta Theresia Sumartini berharap 30 peserta ECP Yogyakarta dapat melakukan ekspor secara mandiri. Pihaknya juga berharap produk salak pondoh juga merambah selain Kamboja sehingga produk pertanian DIY bisa lebih dikenal di Eropa dan Amerika.

Kepala PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mengatakan kegiatan ECP merupakan kegiatan pendampingan ekspor bagi pelaku usaha selama kurang lebih 1 tahun. ECP wilayah Yogyakarta saat ini telah berada pada tahap 4 dari total 8 tahapan.

Kegiatan ECP merupakan salah satu bentuk fasilitasi dan dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor produk non migas. Selain itu, Kemendag juga terus memperkuat peran  Perwakilan Perdagangan yang bisa memfasilitasi UKM ekspor untuk merambah pasar baru.

“Dengan adanya ekspor ini semoga bisa menambah lapangan pekerjaan dan juga melebarkan sayap produk buah-buahan Indonesia” kata Kepala Balai.