PPEI-Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri Kerja sama Dorong Ekspor ke Eropa Tengah dan Timur

Jakarta, 27 September,  Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJ PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri mengadakan webinar dengan tema Menembus Pasar Eropa Tengah dan Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya bersama antara Kemendag dan Kemenlu untuk meningkatkan potensi bisnis ke pasar non tradisional khususnya Kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Ngurah Swajaya Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri mengatakan kawasan Eropa Tengah dan Timur memiliki potensi kerja sama yang besar. Namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. “Eropa Tengah dan Timur memiliki potensi kerja sama yang besar khususnya bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Kawasan ini juga bisa untuk masuk ke kawasan Eropa lainnya,” kata Ngurah.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pihaknya akan mengadakan kegiatan forum bisnis Indonesia di Eropa Tengah dan Timur yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober secara hybrid. Forum ini juga akan membangun interaksi bisnis untuk menjembatani usaha Eropa Tengah dan Timur serta sebagai ajang mempromosikan Indonesia pada Trade Expo Indonesia.

Didi Sumedi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program pengembangan ekspor Kemendag ke pasar non tradisional. Hal ini untuk mencapai target jumlah pengembangan UKM ekspor sebanyak 1500 UKM ekspor pada tahun 2021.

Didi mensyaratkan empat hal yang harus dilakukan pelaku usaha untuk dapat memasuki Kawasan Eropa Tengah dan Timur, yaitu mengetahui potensi pasar, pangsa pasar, segmentasi pasar, dan tren perilaku konsumen. “UKM ekspor juga penting melakukan riset pasar. Riset pasar bisa dilakukan melalui internet dan berkomunikasi dengan Perwakilan Perdangan RI di Kawasan ini,” kata Didi.

Winardy Hanafi Lucky Direktur Eropa II Kemenlu mengatakan beberapa potensi pasar Eropa Timur dan Tengah antara lain jumlah penduduknya yang mencapai 400 juta orang. Kawasan ini juga sebagai pintu gerbang produk ke Eropa Barat dan Asia Tengah. Selain itu terdapat pula potensi investasi di Rusia, Ukraina, Serbia maupun Hongaria.

Namun terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, diantaranya kurangnya pemahaman informasi mengenai kawasan ini. “Salah satunya adalah sistem pembiayaan, dimana banyak negara di kawasan ini tetap menggunakan mata uang lokal, tidak menggunakan Euro. Ini akan menjadi lebih mahal,” kata Lucky.

Heryono Hadi Prasetyo Kepala Balai Besar PPEI mengatakan Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi perdagangan besar dengan Indonesia. Tercatat total kinerja perdagangan Indonesia – Rusia tahun 2020 mencapai USD 1,9 Miliar dengan mencatat surplus USD 15,9 juta. Jumlah ekspor non migas mencapai USD 973 juta dengan ditopang produk berupa CPO, karet alam, kopra, dan footwear.

Heryono mengatakan Rusia juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor peserta Export Coaching Program (ECP) PPEI di tahun 2020. “Peluang produk Indonesia yang dapat diekspor ke Rusia antara lain kopi, teh, buah-buahan tropis, dan produk perikanan.

Sulaiman Saleh Komite Eropa Tengah Kadin Indonesia menyarankan para UKM ekspor Indonesia untuk secara spesifik memilih target pasar yang dituju. Jika mendapat kesulitan masuk ke negara Eropa di luar kawasan Timur dan Tengah, maka UKM dapat mentargetkan pelabuhan di Polandia sebagai pintu masuk ke negara lain di Eropa.