ITPC Lagos Kerja Sama dengan PPEI Menyelenggarakan Virtual Business Matching Produk Jamu dan Herbal

Produk jamu asal Indonesia semakin banyak diminati oleh konsumen luar negeri, tak terkecuali dari Kawasan Afrika di Nigeria. Menyikapi hal tersebut, ITPC Lagos-Nigeria bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan mengadakan kegiatan Virtual Business Forum & Matching Natural Ingredients for Health Products antara pelaku usaha jamu, herbal dan rempah Indonesia dengan importir dari Nigeria pada Kamis (22/7). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar PPEI, Heryono Hadi Prasetyo didampingi Kepala ITPC Lagos-Nigeria Hendro Jonathan Manurung dengan tujuan untuk mendorong peningkatan ekspor ditengah masa pandemi Covid 19. Business Matching ini diikuti oleh 7 pelaku usaha Indonesia yang berasal dari Jakarta, Aceh, Surabaya, Bangka Belitung, dan Jawa Tengah. Dari 7 pelaku usaha tersebut 5 diantaranya merupakan UKM peserta Export Coaching Program PPEI.

Dalam sambutannya, Kepala PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mengatakan kegiatan seperti ini merupakan upaya yang dilakukan guna memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk melakukan promosi dan presentasi mengenai produk Jamu dan herbal kepada pembeli di Nigeria. Nigeria merupakan pasar yang besar untuk kawasan di Afrika, yang tentunya perlu digarap oleh pelaku usaha Indonesia untuk dapat memasarkan produknya ke wilayah Afrika. PPEI terus mendorong pelaku usaha secara khusus UKM untuk dapat menembus pasar ekspor.

Saya sangat berharap virtual business matching ini dapat sukses, sehingga pengusaha produk jamu dan herbal di Indonesia dapat melakukan presentasi dan negosiasi dengan baik dan diharapkan terjadi transaksi dengan buyer di Nigeria sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Nigeria,” kata Kepala Balai.

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan obat tradisional, Jony Yuwono  mengatakan produk jamu tidak hanya terbatas penggunaannya sebagai obat saja, namun juga sebagai produk kecantikan, kesegaran, dan bumbu masak. Jumlah pelaku usaha produk Jamu di Indonesia untuk skala mikro dan kecil sekitar 864 pelaku usaha, untuk skala menengah dan besar terdapat sekitar 112 pelaku usaha dan perusahaan untuk ekstraksi ingredients sebanyak 14 pelaku usaha.

Indonesia memiliki potensi ekspor produk herbal yang besar ke seluruh dunia. Hal tersebut didukung oleh besarnya kekayaan hutan Indonesia yang merupakan nomor dua setelah hutan Amazon di Brazil” kata Jony.