PPEI Gandeng BNI Adakan Webinar Ekspor Area Indonesia Timur

Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BB PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJ PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) mengadakan webinar UMKM Go Ekspor untuk wilayah Manado dan Makasar. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Vice President CV. Shaniqua Bamboo Sundari Pulungan dan CEO PT. Nusa Berdaya Indonesia Andriza Syarifudin dengan narasumber coach PPEI Abdillah Sani.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly dalam sambutannya mengatakan Kementerian Perdagangan salah satu fungsi nya adalah menjaga neraca perdagangan dengan cara mengurangi impor barang konsumsi. Sedangkan usaha meningkatkan ekspor dilakukan dengan mengoptimalkan perwakilan dagang di luar negeri, pengembangan informasi pasar ekspor, pemberian fasilitas desain gratis, serta adanya unit promosi yang menangani pameran dagang.

PPEI memiliki kegiatan obrolan ekspor dan webinar yang bekerja sama dengan berbagai perwakilan dagang. Selain itu PPEI juga memiliki program bernama Export Coaching Program (ECP) yang pada tahun 2021 diselenggaraan di 10 daerah. Kita bimbing para UKM selama 8 (delapan) bulan dalam 8 (delapan) tahapan. “Tahun 2020 lalu 50% peserta ECP PPEI melakukan ekspor,” kata Kepala Balai.
Pemateri Sundari pulungan menjelaskan tentang analisa SWOT untuk mengidentifikasi perusahaan. Analisa SWOT merupakan tahap awal dalam menentukan strategi yang akan dilakukan kemudian. Dalam kategori strength dan weakness, pelaku usaha perlu memperhatikan kemampuan tim pemasaran, calon pembeli, dan penguasaan teknologi. Sedangkan dari sisi opportunity dan threat pelaku usaha perlu memahami pesaing potensial, supplier, perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Sedangkan pemateri kedua Andriza Syarifudin memberikan materi tentang strategi mencari potensial buyer. Langkah pertama dalam mencari buyer dilakukan dengan melakukan riset pasar. Riset pasar dapat dilakukan dari rumah menggunakan berbagai tools pencarian data secara online. “Setelah data buyer diperoleh maka perlu melakukan korespondensi dan melakukan follow up,” kata Andriza.