Tingkatkan Ekspor di Masa Pandemi, Kemendag Gelar Export Coaching Program bagi Kalangan Pebisnis di 10 Provinsi Indonesia

Jakarta, Indonesia, 5 Juli 2021Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mendukung peningkatan ekspor nasional di masa pandemi melalui berbagai program. Salah satu program yang sedang menjadi trend dalam dunia ekspor adalah Export Coaching Program (ECP). Kegiatan ini digelar Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) DJPEN Kemendag bekerja sama dengan dengan berbagai instansi terkait di 10 (sepuluh) daerah pada tahun 2021, yaitu Aceh, Lampung, Samarinda, Makassar, Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Serang, dan Jakarta.

Melalui Export coaching Program (ECP) diharapkan agar pebisnis Indonesia di  10 (sepuluh ) daerah tersebut dapat didampingi guna menjalankan bisnis ekspornya secara efektif dengan menitikberatkan pada semangat untuk memperbaiki usaha dalam upaya peningatan manajemen, produksi, promosi, dan pemasaran ekspor dan akhirnya diharapkan dapat melakukan ekspor secara mandiri yang dapat meningkatkan neraca perdagangan Indonesia ke dunia, jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi dalam kesempatan terpisah.

“Daya minat buyer dimasa pandemi belum turun” ujar Didi Sumedi “Hal ini terlihat dari keberhasilan pebisnis dari peserta program pendampingan ekspor Export Coaching Program (ECP – Jawa Tengah) tercatat pada bulan April 2021 CV. Sinar Mulya Kapok, Pati-Jawa Tengah, telah melakukan ekspor kapok fiber 1 kontainer 40HC ke India sekitar Rp 160 juta; disusul oleh CV MAC, Klaten -Jawa Tengah, ekspor Coconut Charcoal Briquette 18 Ton ke Rusia dengan nilai ekspor sebesar USD 18.000 pada tanggal 6 Mei 2021”. Tidak ketinggalan pebisnis dari peserta Export Coaching Program (ECP – Yogyakarta) , yaitu CV. Ride One Gallery, Yogyakarta juga melakukan ekspor kerajinan kaca ke Prancis dengan nilai ekspor sebesar USD 24,600”pada tanggal 27 Mei 2021”.

Tidak hanya berhenti disitu saja, Kepala Balai Besar Pendidikan Ekspor Indonesia (PPEI) DJPEN Kemendag Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly menambahkan bahwa terdapat juga peserta dari ECP Jawa Timur, yaitu pada tanggal 17 Juni 2021. CV. Bumi Intan Berjaya, Sidoarjo melakukan Ekspor komoditi kelapa ke Vietnam dengan nilai ekspor sebesar USD 9,280 dan PT Widya Inti Plasma di Sidoarjo telah melakukan kegiatan ekspor alas kaki (Inner Slipper) ke United Kingdom sebesar 24.235,92 pada tanggal 1 Juli 2021, serta dari ECP Aceh, yiatu PT Boymaxwell Indojaya Grup, ekspor Aceh Handbag ke Amerika Serikat sebesar 4.384,67 pada 1 Juli 2021”

Menurut Didi Sumedi, “Pencapaian ekspor dari para peserta Export Coaching Program seiring dengan  kebijakan pemerintah yaitu meningkatkan peran UKM dalam kegiatan ekspor nonmigas sekaligus dapat memotivasi para pebisnis lainnya untuk menangkap berbagai peluang ekspor di berbagai negara tujuan ekspor lainnya”.

Peran Perwakilan Perdagangan di Luar Negeri juga akan dikoneksikan pebisnis yang tergabung dalam program pendampingan ekspor ini, dengan harapan mereka dapat memperoleh informasi peluang pasar ekspor hingga kegiatan business matching, sehingga semakin banyak terciptanya transaksi ekspor peserta UKM Export Coaching Program

“Apresiasi dan motivasi ditujukan kepada para peserta Export Coaching Program yang berjuang untuk meningkatkan kegiatan ekspor Indonesia. Go Ekspor! “kata Didi Sumedi.

“Harapan kami, Export Coaching Program akan semakin banyak melahirkan eksportir yang akan meningkatkan roda perekonomian Indonesia dan semakin dikenal mata dunia, sehingga akan banyak demand mengalir ke Indonesia yang dapat mendorong penyerapan lapangan kerja dan ekonomi Indonesia”, tambah Didi Sumedi.