Dorong Peningkatan Ekspor, PPEI Kerja Sama Dengan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Gelar Export Coaching Program di Jakarta

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta melaksanakan program pendampingan ekspor / Export Coaching Program (ECP) untuk pelaku usaha di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tahap pertama yaitu workshop dan verifikasi perusahaan ini diikuti oleh 40 pelaku usaha dengan produk makanan minuman, fashion, kerajinan, kosmetik dan briket. Kegiatan ini dibuka Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Kepala Balai Besar PPEI, serta narasumber dan coach pada ECP.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dalam sambutannya mengatakan Program pendampingan ekspor atau Export Coaching Program merupakan fasilitasi dan bagian dari stategi peningkatan ekspor nasional Kementerian Perdagangan. Kolaborasi dan kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta pada program pendampingan ekspor sebagai upaya mendorong dan meningkatkan peran UKM dapat menembus pasar ekspor. Saat ini Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional memiliki strategi peningkatan ekspor diantaranya fokus pada UKM ekspor dengan berbagai program peningkatan daya saing produk dan kapasitas SDM ekspor, penetrasi ke pasar non tradisional, meningkatkan utilisasi PTA/FTA, serta penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses ekspor. “Melalui Export Coaching Program diharapkan jumlah eksportir bertambah dan jumlah produk yang diekspor bervariasi” kata Kasan.

Kasan mengatakan, Kementerian Perdagangan terus mendorong UKM secara khusus dari DKI Jakarta untuk dapat memanfaatkan program ini guna dapat menjadi eksportir. DKI Jakarta termasuk 10 besar jumlah UKM di Indonesia. Kontribusi nilai ekspor UKM Indonesia masih cukup kecil dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN. “Penghargaan kepada para peserta yang nantinya berhasil menjadi eksportir, manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menjadi pemain global. Hal ini tergantung dari kesiapan, komitmen, motivasi dan semangat untuk berhasil ekspor” kata kasan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko mengungkapkan apresiasi atas kerja sama kegiatan ECP ini dengan PPEI dengan harapan para pelaku usaha atau UKM dapat naik kelas ke UKM Go Ekspor. Ia mengatakan, dukungan program pendampingan ekspor ini sangat luar biasa. Pemerintah termasuk Bank Indonesia mendukung penuh dan memberikan fasilitasi guna memulihkan eksonomi terutama sektor UKM ekspor. Diperlukan inovasi, improvisasi, dan perbaikan branding serta pengetahuan tentang ekspor untuk meningkatkan peran UKM di pasar global. “Eksportir di mata kami adalah pahlawan devisa, diharapkan melalui program pendampingan ekspor ini akan semakin banyak pahlawan devisa eksportir yang berhasil” kata Onny.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mengatakan, Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari 8 tahapan pada ECP. Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan ECP dan sarana seleksi melalui proses verifikasi perusahaan dari 40 calon peserta menjadi 30 peserta yang akan didampingi.

Export Coaching Program merupakan program pendampingan untuk pelaku usaha yang berorientasi ekspor dan merupakan program unggulan di PPEI guna menghasilkan jumlah eksportir yang semakin banyak dan berperan pada Peningkatan ekspor nasional. “Kegiatan verifikasi perusahaan dilakukan oleh tim coaching PPEI melalui kunjungan ke tempat pelaku usaha untuk memverifikasi dokumen legalitas, komitmen, keberadaan tempat usaha, produksi / produk yang dipasarkan,” kata Kepala Balai Besar.