Kepala Balai Besar PPEI Menjadi Pembicara di Webinar “Peluang Ekspor Produk UKM Indonesia ke Kanada”

Kepala Balai Besar PPEI Menjadi Pembicara di Webinar “Peluang Ekspor Produk UKM Indonesia ke Kanada”

Selasa, 30 Maret 2021 – Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan, Heryono Hadi Prasetyo menjadi pembicara pada Webinar “Peluang Ekspor Produk UKM Indonesia ke Kanada” yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah dan Bio Hadikesuma Management Training and Consultant.  Webinar ini dihadiri kurang lebih 240 pelaku usaha UKM dari wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan provinsi lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo dan KUAI RI Ottawa Bapak Yulastiawarman Zakaria. Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah menyampaikan agar para UKM di Jawa Tengah mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam memproduksi suatu produk serta perlunya beradaptasi dalam pemasaran yang saat ini sudah beralih ke digital. Melalui webinar ini diharapkan ada jawaban dan solusi dari permasalahan yang sering dihadapi UKM serta produk unggulan dari Jawa Tengah khususnya dari UKM dapat masuk / di ekspor ke Kanada. Perlu kolaborasi dan sinergi baik Pemerintah pusat, daerah, BUMN, perbankan dan swasta / UKM untuk sama-sama dalam meningkatkan peran UKM di perdagangan internasional.

KUAI RI Ottawa menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan dari beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh KBRI Ottawa dalam upaya meningkatkan pemasaran produk Indonesia ke Kanada. Webinar ini bertujuan untuk desiminasi informasi peluang-peluang ekspor produk Indonesia ke Kanada dan upaya peningkatan ekspor nasional. Kegiatan ini akan berlanjut ke beberapa kegiatan business matching (B to B) antara pelaku usaha Indonesia dengan potensial buyer di Kanada.

Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly menyampaikan beberapa hal yang perlu dipersiapkan UKM dan strategi untuk dapat memasuki pasar Kanada terutama kesiapan internal dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, legalitas dan dokumen untuk ekspor serta kesiapan manajemen dalam usaha. Pelaku usaha diharapkan mengetahui persyaratan dan regulasi untuk produk yang diekspor terutama regulasi di Indonesia dan juga persyaratan memasuki pasar Kanada.  “UKM Indonesia perlu memperhatikan persyaratan dan regulasi untuk dapat masuk ke Kanada” kata Noly.

Lebih lanjut lagi, Kepala PPEI juga mengatakan Di PPEI terdapat 2 (dua) program peningkatan daya saing SDM pelaku usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yaitu pelatihan ekspor dan export coaching program. Disampaikan pula program dan layanan di Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional untuk mendorong UKM menembus pasar ekspor seperti layanan informasi pasar ekspor melalui inaexport, layanan pengembangan desain produk untuk tujuan ekspor melalui IDDC, program promosi ekspor serta kerja sama dengan berbagai stakeholder untuk peningkatan ekspor nasional.

Pembicara lain yaitu Atase Perdagangan di Ottawa, Iffah Sa’aidah menyampaikan mengenai peluang ekspor untuk produk Indonesia di Kanada, persyaratan untuk memasuki Kanada dan tantangan pelaku usaha untuk dapat memasarkan produknya di Kanada. Pembicara ketiga yaitu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah Ibu Ema Rachmawati menyampaikan bahwa UKM khususnya di Jawa Tengah harus siap untuk beradaptasi dan memenuhi persyaratan yang ada di negara tujuan ekspor (Kanada) dan perlunya kolaborasi antar UKM dalam pemenuhan kebutuhan pasar ekspor.