PPEI Lakukan Penjajagan Kerjasama dengan IBN

PPEI Lakukan Penjajagan Kerjasama dengan IBN

Dalam rangka peningkatan jumlah eksportir, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) melakukan penjajagan kerja sama dengan Institut Bisnis Nusantara (IBN). Pelatihan ekspor bagi mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya sebelum lulus kuliah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Perwakilan dari IBN yaitu rektor IBN Christiningrum, Wakil Rektor Evy Roslita, Kepala Bagian Humas Jenia Nur Soelistyoningrum dan Sekretaris Program Studi Manajemen Yukanita R. Dewi. Sedangkan PPEI dihadiri oleh Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo dan tim.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar PPEI menyampaikan mengenai program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Ekspor yaitu program pelatihan ekspor bagi pelaku usaha dan mahasiswa di Indonesia serta export coaching program (ECP). Tercatat, PPEI telah melaksanakan kerja sama pelatihan dengan berbagai universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Negeri Solo (UNS), Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP), Universitas Esa Unggul, Universitas Bina Nusantara (Binus), dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Jogjakarta.

“Tujuan PPEI ke kampus adalah untuk memunculkan jiwa enterpreneur dan menjadikan mahasiswa menjadi eksportir atau dapat bekerja di bidang ekspor, misal mampu menangani dokumen kepabeanan,” kata Heryono atau yang lebih akrab dipanggil Noly di Gedung IBN (Kamis, 4 Februari 2021).

Rektor IBN Christiningrum mengatakan pihaknya terus meningkatkan kapasitas SDM mahasiswa, salah satunya dengan memberikan berbagai pelatihan dan sertifikasi. Pelatihan dan sertifikasi diperlukan untuk meningkatkan softskill bagi mahasiswa sebelum lulus. “Namun IBN belum memiliki rekan kerja sama dalam pelatihan ekspor bagi mahasiswa,” kata Christiningrum.

Kedua belah pihak sepakat akan menyusun program kerjasama untuk peningkatan kapasitas SDM ekspor. Pada tahap awal akan dilakukan webinar antara PPEI dengan mahasiswa IBN tanggal 11 Februari 2021 dengan judul Strategi Ekspor di Masa Pandemi.