Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tahap I  Penyusunan KKNI, 5 Juli 2018

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tahap I Penyusunan KKNI, 5 Juli 2018

Pada tahun 2017 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan, sebagai pembina SDM pelaku  ekspor, telah memfasilitasi revisi SKKNI Ekspor Impor yang telah ditetapkan oleh Kemenaker melalui Keputusan Menaker RI Nomor 95 tahun 2018 mengenai Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi  dan  Perawatan Mobil  dan Sepeda Motor Golongan Pokok Perdagangan Besar, Bukan Mobil dan Sepeda Motor Bidang Ekspor Impor.

Sebagai kelanjutan dari kegiatan tersebut, pada tahun 2018 ini kami akan melaksanakan kegiatan penyusunan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Tenaga Pelaku Ekspor Impor dimana unit–unit kompetensi di dalam SKKNI Bidang Ekspor Impor akan dikelompokkan (dilakukan pemaketan) sesuai jabatan yang berlaku di perusahaan ekspor impor. Misal: manajer, supervisor dan staf ekspor impor. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Asosiasi (KADIN, GPEI, GINSI, GAPMMI, ASEPHI, APINDO), perusahaan, instansi (Direktorat Standalitu sebagai KSK, DJPEN dan  Biro Hukum Kemendag), serta fasilitator dan widyaiswara PPEI.

Tujuan kegiatan FGD ini adalah berdiskusi bersama asosiasi dan dunia usaha agar KKNI yang sedang disusun mencerminkan kondisi riil di lapangan dan sesuai dengan kebutuhan pelaku ekspor impor. Output dari kegiatan FGD Tahap I ini adalah Kesepakatan kualifikasi jabatan dan kompetensi yang harus dibutuhkan perusahaan ekspor impor. Dengan adanya SKKNI dan KKNI akan memudahkan bagi lembaga diklat dalam meningkatkan kualitas SDM sebagai acuan dalam pengembangan program dan kurikulum diklat. Sedangkan bagi lembaga sertifikasi akan menjadi acuan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi untuk menjamin bahwa tenaga kerja memenuhi kompetensi dan kualifikasi.